5 Masalah Kesehatan yang Menyebabkan Gangguan Pendengaran

5 Masalah Kesehatan yang Menyebabkan Gangguan Pendengaran

VIPDOMINOONLOUNGE – POKER ONLINE 5 Masalah Kesehatan yang Menyebabkan Gangguan Pendengaran Telinga merupakan organ yang bertanggung jawab dalam menerima dan menghantarkan suara. Lewatnya, kita dapat berkomunikasi dengan orang-orang sekitar, mendengarkan musik favorit, dan melakukan aktivitas menyenangkan lainnya. Namun, telinga dapat mengalami masalah yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

Gangguan pendengaran umum terjadi seiring bertambahnya usia, tapi juga kadang dapat di alami oleh individu usia muda. Ada banyak faktor yang menyebabkan gangguan pendengaran, salah satunya komplikasi dari berbagai masalah kesehatan. Di bawah ini merupakan sejumlah masalah kesehatan yang dapat menyebabkan gangguan pendengaran.

1. Diabetes

5 Masalah Kesehatan yang Menyebabkan Gangguan Pendengaranilustrasi tes gula darah (pexels.com/PhotoMIX Company)

Diabetes dapat menyebabkan kerusakan saraf yang mempengaruhi banyak bagian tubuh, seperti tangan, kaki, mata, dan ginjal. Diabetes juga bisa menyebabkan kerusakan saraf pada telinga, menurut keterangan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC).

Dari waktu ke waktu, kadar gula darah yang terlalu tinggi dapat merusak pembuluh darah kecil dan saraf di telinga bagian dalam. Gula darah rendah juga bisa mengganggu cara sinyal saraf berjalan dari telinga bagian dalam ke otak. Kedua jenis kerusakan saraf dapat menyebabkan kehilangan pendengaran.

2. Meniere

Meniere adalah masalah yang terjadi pada telinga bagian dalam. Penyebab penyakit ini tidak di ketahui, tetapi biasanya terjadi pada individu yang berusia antara 30 dan 50 tahun. Di jelaskan dalam laman American Speech-Language-Hearing Association, seseorang yang mengalami penyakit ini akan sering mengalami gangguan pendengaran sensorineural, pusing, dan dering di telinga.

Orang dengan Meniere juga kadang mengalami kepekaan terhadap suara keras. Masalah kehilangan pendengaran sering datang dan pergi, tetapi seiring waktu beberapa di antaranya menjadi permanen. JOINSINI

3. Autoimmune inner ear di sease (AIED)

Sel-sel kekebalan selalu berjaga-jaga terhadap kuman yang mencoba menyerang tubuh. Autoimmune inner ear di sease (AIED) adalah kondisi langka saat sistem kekebalan salah mengira sel-sel di telinga bagian dalam sebagai virus atau bakteri, yang kemudian membuat sel-sel kekebalan menyerang sel-sel telinga bagian dalam, di kutip dari laman WebMD.

AIED menyebabkan penderitanya mengalami gangguan pendengaran yang di mulai di satu telinga dan kemudian menyebar ke telinga lainnya. Ini mungkin memakan waktu berminggu-minggu, atau bisa terjadi selama beberapa bulan.

Gejala lain dapat meliputi:

  • pusing atau masalah dengan keseimbangan,
  • rasa penuh di telinga,
  • tinnitus,
  • vertigo.

4. Neuroma akustik

Neuroma akustik atau yang juga di kenal sebagai schwannoma vestibular, adalah tumor non-kanker yang berkembang secara lambat pada saraf utama yang mengarah dari telinga bagian dalam ke otak. Di lansir laman Mayo Clinic, cabang-cabang saraf ini secara langsung memengaruhi keseimbangan dan pendengaran, dan tekanan dari neuroma akustik dapat menyebabkan gangguan pendengaran, telinga berdering, dan ketidakstabilan.

Tanda dan gejala umum neuroma akustik meliputi:

  • Gangguan pendengaran, biasanya memburuk secara bertahap selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun;
  • Tinnitus di telinga yang terkena;
  • Ketidakstabilan atau kehilangan keseimbangan;
  • Vertigo;
  • Wajah mati rasa dan kelemahan atau kehilangan gerakan otot.

5. Otosklerosis

Otosklerosis ialah kondisi di mana terdapat pertumbuhan tulang yang tidak normal di dalam telinga. Di jelaskan dalam laman National Health Service, otosklerosis adalah penyebab umum gangguan pendengaran pada orang yang masih muda.

Gangguan pendengaran yang di sebabkan oleh otosklerosis berkisar dari ringan hingga berat. Namundalam kasus yang sangat jarang bisa menyebabkan tuli total.

Pendengaran biasanya memburuk secara bertahap selama berbulan-bulan atau beberapa tahun, dan dapat terus memburuk jika tidak di obati. Jika di tangani dengan alat bantu dengar atau pembedahan, gangguan pendengaran biasanya dapat berhasil di obati.

Sangat penting bagi orang-orang yang mengalami masalah kesehatan di atas atau gangguan pendengaran untuk berbicara dengan dokter dan audiolog agar akar masalah segera di atasi dan gangguan pendengaran tidak menjadi permanen.

SUMBER BERITA : VIPDOMINO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *