Kenali Gejala Stroke Ringan, kalau Dibiarkan Bisa Jadi Stroke!

Kenali Gejala Stroke Ringan, kalau Dibiarkan Bisa Jadi Stroke!

vipdominolounge Kenali Gejala Stroke Ringan, kalau Di biarkan Bisa Jadi Stroke! Bicara tentang stroke, ada satu hal yang mungkin tak banyak di ketahui, yaitu stroke ringan atau mini-stroke. Kondisi dengan istilah medis transient ischaemic attack (TIA) ini dilabeli “ringan” atau “mini” karena gejalanya hanya berlangsung selama beberapa menit hingga 24 jam sebelum menghilang. Namun, ini merupakan tanda peringatan stroke karena TIA sering menandakan serangan stroke yang sebenarnya dan perlu ditanggapi dengan serius.

Sayangnya, banyak orang yang tidak tahu gejala stroke ringan. Padahal, mengetahui gejalanya bisa membuat seseorang cepat bertindak, mendapat pertolongan, dan mencegah serangan stroke yang di ketahui bisa membahayakan nyawa.

1. Seberapa sering stroke ringan jadi tanda peringatan serangan stroke yang sebenarnya?

Kenali Gejala Stroke Ringan, kalau Dibiarkan Bisa Jadi Stroke!

TIA di sebabkan oleh gumpalan atau penyumbatan di otak. Penyumbatan ini bersifat jangka pendek. Gumpalan atau sumbatan ini biasanya larut dengan sendirinya atau lepas, dan gejalanya biasanya berlangsung dalam waktu yang singkat.

Menurut American Heart Association, statistik menyebut bahwa TIA terjadi sebelum sekitar 12 persen dari semua kasus stroke. Dalam sebuah penelitian, sekitar 12 persen orang yang mengalami gejala stroke ringan meninggal dalam waktu satu tahun.

Risiko mengalami stroke berat paling dalam 90 hari setelah TIA. Sekitar 9 persen hingga 17 persen pasien yang mengalami stroke ringan mengalami stroke dalam waktu 90 hari.

2. Gejala umum stroke ringan

Gejala TIA bisa berlangsung dari beberapa menit hingga beberapa jam, tetapi menurut defisini gejala bisa hilang dalam waktu kurang dari 24 jam. Sebagian besar waktu, serangan stroke ringan berlangsung singkat, hanya beberapa detik atau menit (Continuum, 2017).

Hingga sepertiga orang yang mengalami stroke ringan akan mengalami stroke berat (Journal of Mid-Life Health, 2016). Sayangnya, banyak orang yang tidak mencari bantuan medis sehingga berisiko tinggi mengalami stroke.

3. Gejala di sfasia pada stroke ringan

Kenali Gejala Stroke Ringan, kalau Dibiarkan Bisa Jadi Stroke!

Orang dengan stroke ringan mungkin untuk sementara tidak bisa berbicara, yang di laporkan sebagai kesulitan mengingat kata-kata selama mengalami gejala tersebut. Masalah bicara lainnya mungkin termasuk kesulitan dalam mengucapkan kata atau kesulitan memahami kata-kata. Kondisi ini d ikenal sebagai di sfasia. Di lansir Healthline, di sfasia kadang merupakan satu-satunya gejala stroke ringan.

Kesulitan dalam berbicara menunjukkan bahwa penyumbatan atau gumpalan darah yang menyebabkan stroke mini terjadi di belahan otak yang dominan.

4. Gejala kebutaan sementara pada satu mata pada stroke ringan

Kadang stroke ringan bermanifestasi sebagai gangguan visual tertentu yang di kenal sebagai amaurosis fugax atau kebutaan monokular transien (transient monocular blindness atau TMB).

Pada TMB, penglihatan pada satu mata tiba-tiba menjadi redup atau kabur. Dunia tampak menjadi abu-abu atau objek terlihat buram. Ini bisa berlangsung selama beberapa detik atau menit. Paparan cahaya terang bisa memperparah gejala. Seseorang mungkin tak dapat membaca tulisan di kertas putih.

5. Siapa saja yang berisiko mengalami stroke ringan?

Kenali Gejala Stroke Ringan, kalau Dibiarkan Bisa Jadi Stroke!

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengembangkan TIA (dan stroke), meliputi:

  • Hipertensi atau tekanan darah tinggi.
  • Hiperlipidemia atau kolesterol tinggi.
  • Merokok.
  • Di abetes.
  • Fibrilasi atrium.
  • Konsumsi tinggi minuman beralkohol.
  • Pola makan yang buruk (yang tinggi lemak jenuh, lemak trans, dan/atau garam).
  • Fisik yang tidak aktif.
  • Kondisi genetik tertentu, seperti anemia sel sabit.

SUMBER BERITA VIP DOMINO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *